Albagroup’s Blog

Sejarah Sempoa Jari


Sempoa jari adalah metode berhitung cepat yang menggabungkan tiga teknik yaitu sempoa, jarimatika, dan maksimori. Penggabungan ketiga metode tersebut dirumuskan oleh seorang ayah yang bersahaja yang begitu peduli terhadap perkembangan pendidikan dunia anak-anak. Ia bernama Imam Baihaqi atau anak-anak memanggilnya ‘Om Haqi’.

Ilmu sempoa ia peroleh ketika menggabungkan diri dengan lembaga ASMA (Adil Sempoa Mandiri) di Bandung pada tahun 2005. Ketekunan dan prestasinya membuat ia dipercaya menjadi tutor di ASMA cabang Serang dan mengisi ekskul Sempoa di SDIT Al-Izzah, Serang.

Sedangkan pengetahuan tentang jarimatika ia peroleh melalui pelatihan Jarimatika di Jakarta yang diajarkan langsung oleh penemunya yaitu Septi Peni W.

Sebelumnya, ia menjabat sebagai manajer PARTNER (Parenting Learning Center) Cilegon yang salah satu kegiatannya adalah mengajarkan Maksimori, yaitu teknik mengingat cepat dan tidak mudah lupa dalam jangka waktu yang sangat lama.

Dari pengalamannya mengajar sempoa dan mengutak-atik teori jarimatika ditambah pengetahuannya tentang teknik Maksimori, akhirnya ia meramu sebuah sistem menghitung yang mudah, cepat dan mengandalkan daya ingat dengan menggunakan jari bernama Sempoa Jari.

Mengapa Sempoa Jari? Nama itu ditujukan sebagai upaya menghargai teknik yang menjadi inspirasinya dalam merumuskan ilmu berhitung baru yang mudah dan menyenangkan.

“Anak-anak gak trauma lagi menghitung dalam angka jutaan hingga milyaran.” ungkapnya selepas mengajar anak kelas 2 SD yaitu Azra, Bila dan Nia.

Ketiga anak itu adalah generasi awal yang belajar sempoa dari Om Haqi. Kini mereka menginjak pada bulan ke delapan dan telah mencapai level 2B.
Dengan menggunakan kesepuluh jarinya, dalam waktu singkat mereka telah menaklukan jenis – jenis soal seperti di bawah ini:

1. 36.698.252 : 15= ………………….. sisa ……….
2. 42.567.839 x 9 = ………..
3. 9.642.843 + 6.689.347 + 4.735.732 + 8.543.755 – 9.876.276 = ………….

Apalagi jika soalnya hanya terdiri dari 2 digit lebih terasa mudah bagi mereka. Rata-rata pengerjaan soal tambah kurang 2 digit seperti:
25 + 73 – 64 + 53 – 69 =…
sebanyak 10 soal mampu mereka selesaikan dalam waktu kurang dari 50 detik.

Imam Baihaqi berharap mudah-mudahan teknik sempoa jarinya mampu menambah kecintaan anak-anak kepada dunia matematika dan tidak fobi lagi ketika melihat angka-angka yang ‘njlimet’ karena mereka mampu mengerjakannya dengan mudah, cepat dan tepat. Ditambahkannya lagi, sempoa jari tidak hanya memaksimalkan otak kiri tetapi juga memberdayakan otak kanan sehingga anak-anak lebih optimal dalam menggunakan otak mereka dalam belajar, tidak hanya matematika namun juga pelajaran lain.

(Amalia, Serang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 1,516 hits

 

June 2012
M T W T F S S
« Mar    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Categories

SocialVibe


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.